Large Rainbow Pointer

Minggu, 26 Mei 2013

Tamat Belajar 12 Tahun (kyaa!!!) - Part 1

Allo!

Sudah lama banget aku ga ngeblog. Persiapn ujian bukan faktor utama sih hehe, tapi bingung mau nulis apa -_____- . Bahkan sampai sebulan lebih Ujian Nasional selesai, entri blog tetep ga update. Baiklah, tercatat ini h+2 pengumuman UN dan 23 jam menuju pengumuman SNMPTN. Wish me luck darla!!

Aku ingin berbagi pengalaman saja soal UN, manis dan pahitnya, mumpung masih semi anget buat dibicaraini wkwkwk :D bosen juga kalau postingannya galau terus. Kemarin-kemarin ini baru bersih-bersih tumblr, hapus-hapusin post galau yang isinya nyampah semua hags. Tenang ali sudah ga galau kok =))

Kalau kamu lagi banyak ujian,entah itu tugas sekolah, PR, ulangan-ulangan yang rasanya non-stop, sampai kenaikan kelas sekalipun plis nikmati aja. Kalau kamu ngeluh pun itu ga akan menyelesaikan masalahmu, malah bertambah. Itu pula yang terjadi saat pra-UN, ujian praktek dan ujian sekolah (tulis).

Saat itu aku termasuk orang yang bilang "plis aku terima UN sekarang daripada ujian praktek dan ujian tulis!" . Bukan karena aku mahabesarkepalananjenius, tapi UN setidaknya sudah dipersiapkan sejak kelas awal kelas tiga, sementara dua ujian pra-UN ini hopeless banget bagiku. Harus ngapalin doa dan arti surat untuk Agama, harus panas-panas olahraga, siapin speech Bahasa Inggris, MENGARANG BAHASA JAWA (big thankss to my dad), etc.

nomor dada saat ujian praktek

Ternyata setelah dijalani, ujian praktek ga seberat itu kok beneran. Bahkan saat mengarang Bahasa Indonesia dan Inggris aku cuma mempersiapkan kerangka dari rumah, karena fokus pada karangan Perancis dan Jawa, sementara teman-temanku sudah membuat karangan kemarinnya. Tapi Alhamdulillah lancar sampai saat presentasi. Bahkan selama ujian praktek kerjaanku cuma ngenet cari hiburan =))

Ujian Praktek kelar, inilah ujian yang saat itu bagiku lebih menakutkan daripada si UN. Bayangin, kamu harus ujian pelajaran PKn, Basa Jawa, Bahasa Perancis, Sejarah, pelajaran-pelajaran yang butuh hidayah Tuhan buat dengerin. Parah. Kalau SMP masih mending ada bimbingan ujian sekolah walau seminggu. Ini ga ada apa-apa -_-

Tapi ya lalui saja. Tahu-tahu selesai kok :3 . Biar lebih fokus, pelajari soal dari tahun-tahun lalu. It helped.

Trus kali si UN sendiri gimana? Nah ini enaknya kalau si Ujian Praktek dan sekolah diadain sebelum UN, plong rasanya. Udah ga ada pulang sore, ga ada pelajaran-pelajaran lain slain 6 itu, isinya udah tinggal kerjaiiin soal dan soal. Trus tryout. Tryout. Tryout. Entah dinas apa siapa dimana yang buat -_-

Tryout kota tahap 1
Oya soal tryout itu memang aneh-aneh. Lihat nilai biologiku? Waktu tryout kota 1 itu memang soal biologinya ajaib banget. Berita koran juga bilang kalau biologi pada dapat nilai jelek. Aku masih inget banget saking susahnya thu soal aku milih gambar komik alien menyerang bumi di situ =)) kalau ketemu soalnya kapan-kapan aku upload :3 Padahal yang buat guruku sendiri -_-

Trus UN itu kayak gimana? Kapan-kapan aku lanjut. See yaaa :))

Minggu, 23 September 2012

Sebentar lagi aku (harus) ga pake seragam putih-abuabu

Ketika kamu membaca post ini, bisa dipastikan aku sudah kelas tiga. Atau berdasar kurikulum sekarang, kelas dua belas.

Pas kelas sepuluh dulu, aku selalu memandang kakak kelas dua belas sebagai, yah, senior yang benar-benar, gimana ya. Walau ga kenal, ga deket, ga punya relasi apapun (kecuali tetangga. yeah.), rasanya mereka di mataku itu... Berwibawa. Cerdas. Dewasa. Lucu. Sosok yang beda banget kalo dibandingin kita-kita yang masih cupu, dan kelas sebelas yang, no comment. Suka aja ngeliatin mereka gitu lagi kumpul-kumpul, entah buat bercanda, belajar, atau sekedar makan (buat pembaca, mereka itu bentuk jamak, oke).
Pas mereka (inget, jamak) lulus, seneng tapi juga berasa kehilangan. Haha.

Kelas sepuluh aku ga dong pelajarannya (serius, heran juga bisa naik kelas ipa), dan kelas sebelas itu masa penggalauan yang itu, sekarang sampailah di kelas tiga. Yang bagus semua kelas dua belas menguasai lantai bawah dan hampir semua junior di kelas atas. Harusnya kita ini nungguin tangga gitu terus malakin junior yang mau pake tangga ya. Hooo, little crime.

Alasan aku nulis blog setelah sekian lama, cuma mau curhat sih. Tiba-tiba sering ksbb. Kalo dibilang masa paling enak selama 17y10m ini ya pas SMP. Isinya cuma main aja, atau ngobrolin cowok x,y,x,x1,y1, jarang banget mikirin ulangan. Jaya-jayanya remaja labil. Mxit, friendster, foto bibir monyong, sms dipanjang-panjangin, photoscape.

Kalo SMA pola pikirnya udah lain ya. Apalagi uda nyangkut organisasi (sampai sekarang masih suka mukul jidat kenapa bisa-bisanya aku nyasar ke rohis) atau kepanitiaan. Aku masih inget banget kepanitiaan pertamaku itu panitia ramadhan, sie konsumsi, pas masih kelas sepuluh. Dan buat nentuin snacknya mau tahu apa risoles (seingetku) itu aja pake acara ribet harus diskusi panjang. Setauku tinggal pesen beres kan, ternyata nggak. Maklum lah, di kampung ga pernah ikut kegiatan apa-apa, SMP ga pernah peduli begituan.

Kamu ga bisa cuma jadi buih yang numpang ngalir. Harus jadi arus itu sendiri yang menggerakkan air sampai samudra.

Yang susah di kelas dua belas lebih ke belajarnya. Udah ga megang ekskul, panitia, bahkan organisasi non-aktif (karena belum dilantik yang baru), harusnya gampang kan. Susah bagi waktu belajar review materi kelas satu-dua sama materi yang sekarang ini. Puncak gilanya aku mau masuk teknik fisika, tapi di tryout nilai fisikaku 1,73 dan ulangan harian remidi. Arghfw. Mulai sekarang harusnya jangan malas, malas itu mengaburkan segala prospek.

Oya, sekedar info, kaget pas tau blogku masuk nomor 3 hit teratas daftar blog sekolah.


Ga tau juga kok bisa gitu, padahal sekarang jarang update. Berarti yang buka uda tau soal si B. yang aku post ya. Hoho. Maaf ya, pas itu aku lagi galau. Sekarang juga masih. Bodoh ya. Udah capek galau akademis, galau finansial, sekali-kali galau yang 'itu' enak lho (?). Yeah, B., ngelauain kamu itu nikmat banget, kayak kopi hitam tiga sendok gula satu sendok. Manis, tapi pahitnya dominan. Memacu adrenalin di jantung. Bikin susah tidur.

Wait, apa-apaan itu tadi?!

Oke, post ini udah ngelantur kemana-mana, sampai aku lupa aku mau nulis apa sebenernya. Tapi jadi inget sedikit. Pas kelas sepuluh akhir aku penasaran sama seseorang, dan aku ga tau namanya siapa. Gemes aja gitu. Untung ga sampai jadi obsesi. Dan baru sekarang aku tahu namanya siapa. Hehe, apatis ya. Padahal kelas sebelasnya tetanggaan.

Sebelum post ini makin parah isinya, aku tutup duu (dua setengah jam depan laptop dan hasilnya ini). Doakan saya masih sempat ngeblog lagi. Adieu.

Sabtu, 07 Juli 2012

One Last Cry

My shattered dreams and broken heart
Are mending on the shelf
I saw you holding hands
Standing close to someone else
Now I sit all alone
Wishing all my feeling was gone
I gave my best to you
Nothing for me to do
But have one last cry


Chorus:
One last cry
Before I leave it all behind
I've gotta put you out of my mind this time
Stop living a lie
I guess I'm down to my last cry

cry...
I was here you were there
Guess we never could agree
While the sun shines on you
I need some love to rain on me
Still I sit all alone
Wishing all my feeling was gone
Gotta get over you
Nothing for me to do
But have one last cry


Chorus:
One last cry
Before I leave it all behind
I've gotta put you out of my mind this time
Stop living a lie
I guess I'm down to one last cry


I know I gotta be strong
But 'round me life goes on and on and on and on


I'm gonna dry my eyes
Right after I get my one last cry


Chorus:
One last cry
Before I leave it all behind
I've gotta put you out of my mind for the very last time
Stop living a lie
I guess I'm down to my last cry

Jumat, 18 Mei 2012

Tragedi Restoran Jepang

Saat ini kami sekeluarga sedang dalam kondisi 'beli makan di luar rumah'. Kalau tidak ya terjebak dengan makanan kalengan dan tinggal goreng. Malam ini adikku meminta nasi goreng. Sementara aku yang dari kemarin overdosis cabe menolak.

Akhirnya aku disuruh beli makan sendiri di luar. Dengan kondisi perut yang kebanyakan cabe ini, menu yang kupilih adalah: ayam goreng. Krispi. Di luar langit sudah menyala-nyala karena kilat. Firasat buruk. Tapi aku tetap mengendarai motorku dengan santai.

Senin, 30 April 2012

Menunggu hanya meninggalkan debu

Apa yang harus dibicarakan lagi?
Tidak ada. Nyatanya semua topik telah berlalu, enggan.
Apa yang harus dibahas lagi?
Kalau semua sudah jelas. Benar adanya di depan mataku.

Jadi, apalagi? Kenapa aku masih begini. Sejak awal aku sudah tahu. Tapi aku tidak mampu mencegahnya, paling tidak membendungnya. Keyakinan yang membunuhku.

Serentak.
Hanya menyisakan detak.

Sial. Menunggu hanya meninggalkan debu.

Meninggalkan asa, yang kini bersamanya.